Sudahkah Sobat SCOUT mengenali diri sendiri?
Mengenal diri sendiri merupakan hal yang sangat penting dan mendasar bagi setiap manusia, sepatutnya setiap manusia dapat mengenal, memahami, dan mengetahui kelebihan-kekurangan dirinya sendiri terutama jika kita ingin menjadi seseorang yang sukses dan menjadi pemimpin. Mengenal diri sendiri merupakan salah satu bagian dari proses dalam hidup seseorang, karena proses untuk benar-benar mengenali siapa diri kita sebenarnya merupakan hal paling mendasar yang harus dilakukan seseorang secara terus menerus sepanjang hidupnya agar dapat terus mengembangkan potensi yang dirinya miliki, jadi seharusnya proses mengenal diri sendiri bukanlah suatu proses yang instant dan hanya dilakukan sekali seumur hidup saja oleh seseorang.
Manfaat dan tujuan mengenal diri adalah seseorang dapat mengenal kenyataan dirinya, dan sekaligus kemungkinan-kemungkinannya, serta diharapkan mengetahui peran apa yang harus dia mainkan untuk mewujudkannya. Sebaliknya, orang yang tidak mengenal dirinya, tidak mengetahui apa yang harus dikerjakan dan dikembangkannya; tidak memahami posisi diri akan membuatnya sulit mengarahkan diri kepada tujuan hidupnya, sehingga gagal dalam pergumulan hidupnya. Seorang manusia tidak akan pernah tahu apa tujuan hidupnya jika tidak bisa mengenali dirinya sendiri.
Mengenal diri sendiri bisa diibaratkan seperti saat kita sedang membawa air tetapi tempat menampung air yang kita gunakan untuk menampung air tersebut berlubang atau bocor, pastinya kita tidak akan pernah bisa mendapatkan jumlah air sesuai dengan tujuan dan keinginan kita. Begitu juga jika kita tidak bisa mengenali diri kita sendiri, maka kita akan sulit untuk mencapai tujuan dan cita-cita yang kita impikan.
Mengenal diri berarti memahami kekhasan fisiknya, kepribadian, watak dan temperamennya, mengenal bakat-bakat alamiah yang dimilikinya serta punya gambaran atau konsep yang jelas tentang diri sendiri dengan segala kekuatan dan kelemahannya.
Salah satu cara untuk mengenali diri sendiri berdasarkan hubungannya dengan orang lain adalah melalui Jendela Johari (Johari Windows). Jendela Johari adalah sebuah teknik untuk mengetahui bagaimana hubungan seseorang dengan dirinya sendiri maupun dengan orang lain. Jendela Johari diciptakan oleh psikolog dunia yang berasal dari Amerika bernama Joseph Luft (1916 – 2014) dan Harrington Ingham (1914 – 1995).
</>< ></>< >>>), >>), >< ></>< class>Pada kamar ke-1 yang merupakan wilayah terbuka (open area) adalah kepribadian, perilaku, motivasi, perasaan, kesadaran, atau sifat yang dapat dengan mudah diketahui oleh dirinya sendiri maupun orang lain. Wilayah terbuka ini biasanya memang sengaja dipublikasikan ke masyarakat oleh dirinya sendiri, seperti misalnya saja pada media sosial yang saat ini sedang trend, orang-orang kerap kali mem-posting kehidupannya pada media sosial sehingga orang dapat dengan mudah mengenali siapa dirinya walaupun bukan termasuk orang yang memiliki hubungan dekat dengannya. Orang yang berada dalam area ini biasanya adalah orang yang memiliki kepribadian terbuka (ekstrovert).
Kamar ke-2 adalah daerah buta (blind area), pada wilayah ini orang lain dapat melihat, mengetahui, dan mengenali kepribadian, perilaku, motivasi, perasaan, kesadaran, atau sifat diri orang tersebut namun dirinya sendiri tidak dapat mengetahui atau memahami apa yang ada dalam dirinya. Kadang-kadang orang yang berada pada blind area ini dapat memunculkan konflik atau kesalahpahaman dalam hubungannya dengan orang lain, karena dia tidak dapat memahami dirinya sendiri, tidak dapat menilai dirinya sendiri sehingga dia tidak tahu harus bersikap apa dalam membangun hubungan dengan orang lain, padahal orang lain dapat menilai seperti apa dirinya yang sebenarnya. Misalnya saja seorang pemimpin yang dianggap atau dinilai oleh karyawannya sebagai pemimpin yang kejam, tidak memiliki belas kasihan dan perasaan, tetapi si pemimpin itu sendiri tidak pernah merasa bahwa dirinya seperti itu, maka saat karyawannya tidak menyukainya dia akan mengira bahwa karyawannya iri terhadap dirinya.
Kamar ke-3 adalah daerah tersembunyi (hidden area), daerah ini merupakan kemampuan seseorang untuk bisa menyembunyikan atau merahasiakan kepribadian, sifat, perilaku, motivasi, dan bagian-bagian dalam dirinya dari orang lain dan publik. Biasanya hal yang disembunyikan adalah sesuatu yang dianggap negatif atau dapat merusak citra dirinya dimata orang lain, bahkan sepasang suami istri pun belum tentu benar-benar tahu seluruh kisah hidup pasangannya sepanjang masa hidupnya, mungkin saja ada hal yang tetap disembunyikan dari pasangannya karena dia merasa malu jika pasangannya mengetahui kelemahan atau pengalaman buruk yang pernah dia alami.
Kamar ke-4 dari Jendela Johari ini adalah daerah tak sadar (unknown area), ini merupakan area dimana seseorang tidak mengetahui apa saja potensi, kelebihan, atau perilaku yang ada dalam dirinya. Bukan hanya dirinya sendiri yang tidak bisa memahaminya, orang lain pun tidak dapat mengetahuinya. Orang yang berada dalam area ini biasanya merupakan orang yang tertutup (introvert), dia juga sulit untuk menerima masukan dari orang lain, sehingga mengalami kesulitan saat berinteraksi dengan orang lain, sulit juga untuk membangun komunikasi yang efektif karena saling tidak memiliki pemahaman antara satu sama lain.
Dari Jendela Johari ini, apakah Sobat SCOUT bisa mengurai mengenai diri sendiri? Semoga Sobat SCOUT bisa cukup mengenal diri sendiri yaaaa...
Sumber:
Kurniawan, Hendra dan Shaura, Rizkiana Karmelia. 2021. Character Building: Membangun Karakter Menjadi Pemimpin.